Implementasi Kebijakan Sistem Resi Gudang Pada Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Subang
DOI:
https://doi.org/10.63309/dialektika.v21i1.126Keywords:
Agriculture, Farmers, Harvest, Warehouse Receipt SystemAbstract
The general problem of agriculture in Indonesia is the fall in prices during the main harvest season. Farmers cannot store their crops longer because they have run out of funds and do not have adequate warehouses. This condition is exploited by middlemen and moneylenders to make big profits, so that the farmers feel disadvantaged. Some of the reasons farmers sell their crops to middlemen are because middlemen are able to transport and take care of harvesting and transporting themselves. The buying process by middlemen for farmers is fairly cheap and the loyal customers of farmers are middlemen so whenever it's harvest time, farmers still entrust their sales to middlemen. The government then tried to overcome these problems through the establishment of a Commodity Auction Market, a People's Business Credit, and a Warehouse Receipt System, hereinafter referred to as a Warehouse Receipt System (SRG).
Permasalahan umum pertanian di Indonesia adalah jatuhnya harga pada saat musim panen raya. Para petani tidak dapat menyimpan hasil panen lebih lama karena sudah kehabisan biaya dan tidak punya gudang yang memadai. Kondisi ini dimanfaatkan para tengkulak dan rentenir untuk mengambil untung besar, sehingga para petani merasa dirugikan. Beberapa alasan petani menjual hasil panen ke tengkulak karena tengkulak mampu mengangkut dan mengurus sendiri pemanenan hingga pengangkutan. Proses pembelian yang dilakukan tengkulak pada petani terbilang sangat murah dan pelanggan setia petani adalah tengkulak, sehingga kapan pun masa panennya petani tetap mempercayakan penjualannya pada tengkulak. Permasalahan tersebut oleh pemerintah kemudian dicoba diatasi melalui pendirian Pasar Lelang Komoditas, Kredit Usaha Rakyat, dan Sistem Resi Gudang atau Werehouse Receipt System selanjutnya disebut dengan Sistem Resi Gudang (SRG).
Downloads
References
Abdul Wahab, Solichin, 2004. Analisis Kebijaksanaan, Dari Formulasi ke lmplementasi Kebijakan Negara. Jakarta : Bumi Aksara. AG,
Agus Purwanto, Erwan dan Dyah Ratih Sulistyastuti. 2015. lmplementasi Kebijakan Publik : Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Yogyakarta : Gava Media
Badan Pusat Statistik, 2020, Kabupaten Subang Dalam Angka 2020, BPS Kabupaten Subang
Burhan, Bungin, Prof, Dr, H, M, S.Sos, M.Si,2007, Penelitian Kualitatif, Jakarta, Kencana Prenada Media Group
Dunn, William N, 2003, Pengantar Analisis Kebijakan Publik, Terjemaahan Edisi ke-III, Yogyakarta: Gajah Mada University Press
Hardiansyah. 2011. Kualitas Pelayanan Publik. Gava Media. Yogyakarta.
Kristian, I; Pancasila dan Kewarganegaraan Alfabeta 2019
Kristian I, Implementasi Kebijakan Program Keluarga Harapan Di Kecamatan Pamulihan Kabupaten Garut. Jurnal Dinamika Vol 9, No 1 (2022) 23-37
LAN RI. 1999. Pengukuran Kinerja Suatu Tinjauan Terhadap Instansi Pemerintah. Jakarta : LAN RI Press
Nugroho, Riant, D 2006, Kebijakan Publik, Formulasi, Implementasi, dan Evaluasi, Cetakan Kedua, Jakarta: PT EMK Gramedia. Subarsono, AG, 2006, Analisis Kebijakan Publik Konsep Teori dan Aplikasi, Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Pasolong, Harbani. 2009. Teori Administrasi Publik. Bandung. Alfabeta
Rusli, Budiman. 2015. Kebijakan Publik. Bandung, CV. ADOYA Mitra Sejahtera
Subarsono. 2005. Analisis Kebijakan Publik : Konsep, Teori dan Aplikasi, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Sugiyono, 2007, Metode Penelitian Administrasi, Bandung: Alfabeta
Y Sudrajat, I Kristian, Implementasi Aplikasi E-Retribusi di Pasar Pemerintahan Daerah Kabupaten Subang- Komitmen: Jurnal Ilmiah Manajemen, 2022 3 (2), 116-127
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








