Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial https://jurnaldialektika.com/index.php/piani <p><strong>Jurnal DIALEKTIKA </strong>is open access and peer-reviewed Journal, <strong>Jurnal DIALEKTIKA</strong> is a scientific journal that contains the results of research and theoretical studies of Social Sciences. Managed by Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia <strong>(PIANI)</strong> in Collaboration with <a href="https://fisip.uinsgd.ac.id/">Faculty of Social and Political Sciences, Sunan Gunung Djati State Islamic University, Bandung</a></p> Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI) en-US Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial 1412-9736 Pola Komunikasi Interpersonal Remaja dalam Menghadapi Ayah yang Kecanduan Judi Online di Kelurahan Pangkalan Balai https://jurnaldialektika.com/index.php/piani/article/view/1215 <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Online gambling can affect family relationships, particularly interpersonal communication between adolescents and their fathers. Fathers’ involvement in online gambling may cause emotional distress, reduce opportunities for interaction, and discourage adolescents from openly expressing their feelings and opinions. This study aims to examine interpersonal communication patterns between adolescents and fathers who experience online gambling addiction, as well as the factors that inhibit communication in Pangkalan Balai Subdistrict. This research employed a qualitative descriptive method. Six adolescent informants were selected purposively based on predetermined criteria. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. The analysis was guided by Social Penetration Theory, proposed by Irwin Altman and Dalmas Taylor, focusing on self-disclosure, breadth of communication, and depth of communication. The findings indicate that interpersonal communication between adolescents and their fathers tends to be closed and limited. Communication primarily concerns daily needs, while adolescents tend to withhold feelings of sadness, disappointment, and discomfort regarding their fathers’ behavior. The inhibiting factors include adolescents’ tendency to avoid conflict and limited interaction with their fathers. Fear of anger and arguments, along with limited opportunities for interaction, leads adolescents to restrict communication and emotional disclosure to their fathers.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Online Gambling, Interpersonal Communication, Adolescents, Social Penetration Theory.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Fenomena judi online dapat memengaruhi hubungan keluarga, khususnya komunikasi interpersonal antara remaja dan ayah. Perilaku ayah yang mengalami kecanduan judi online dapat menimbulkan tekanan emosional, mengurangi kesempatan berinteraksi, serta membuat remaja enggan mengungkapkan perasaan dan pendapat secara terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi interpersonal antara remaja dan ayah yang mengalami kecanduan judi online serta faktor-faktor penghambat komunikasi di Kelurahan Pangkalan Balai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian berjumlah enam orang remaja yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Analisis penelitian menggunakan Teori Penetrasi Sosial (<em>Social Penetration Theory</em>) yang dikemukakan oleh Irwin Altman dan Dalmas Taylor, dengan memperhatikan aspek keterbukaan diri (<em>self-disclosure</em>), keluasan komunikasi (<em>breadth</em>), dan kedalaman komunikasi (<em>depth</em>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi interpersonal antara remaja dan ayah cenderung tertutup dan terbatas. Komunikasi lebih banyak berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari, sedangkan perasaan sedih, kecewa, dan ketidaknyamanan remaja terhadap perilaku ayah cenderung tidak diungkapkan. Faktor penghambat komunikasi meliputi kecenderungan remaja menghindari konflik dan keterbatasan interaksi dengan ayah. Ketakutan terhadap kemarahan dan pertengkaran serta terbatasnya kesempatan berinteraksi menyebabkan remaja membatasi komunikasi dan pengungkapan perasaan kepada ayah.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Judi Online, Komunikasi Interpersonal, Remaja, Teori Penetrasi Sosial.</p> Yuyun Sukowati Eraskaita Ginting Putri Citra Hati Copyright (c) 2026 Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-11-04 2026-11-04 24 03 10.63309/dialektika.v24i03.1215