PERAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI DALAM PROSES TRANSFORMASI SOSIAL
DOI:
https://doi.org/10.63309/dialektika.v20i1.36Keywords:
Transformasi sosial. Pendidikan, TeknologiAbstract
Pendidikan memberikan kemajuan pemikiran manusia, sehingga taraf hidupnya meningkat. Perkembangan zaman saat ini telah membawa dampak perubahan dalam berbagai aspek. Dampak perubahan yang terjadi begitu cepat dan mudah diamati adalah aspek sosial. Perubahan sosial tidak hanya mengarah pada kemajuan, tetapi juga dapat mengarah pada kemunduran. Ada kalanya perubahan terjadi begitu cepat, sehingga membingungkan manusia untuk menghadapinya. Setiap perubahan yang terjadi di masyarakat selalu menimbulkan risiko kehidupan sosial atau ketidakpastian sosial. Fungsi pendidikan teknologi dalam tranformasi sosial dalam rangka meningkatkan kemampuan peserta didik yang analisis kritis berperan untuk menanamkan keyakinan dan nilai-nilai baru pada cara berpikir orang. Pendidikan di abad modern telah berhasil menciptakan generasi baru dengan daya kreativitas dan kemampuan berpikir kritis, sikap yang tidak mudah menyerah pada keadaan dan digantikan dengan sikap yang mau berubah. Cara berpikir dan sikap ini akan lepas dari ketergantungan pada bantuan orang lain. Dengan demikian peserta didik selain sebagai memahami perubahan dalam kehidupan sosial juga dapat sebagai agen perubahan itu sendiri. Kenyataannya, masyarakat Desa yang berpendidikan masih kurang terlibat dalam penggerakan pemerintah dan keluarga.
Education gives the headway of human thought, so that their level of life increments. These days the improvement of the time has brought the affect of alter in different viewpoints. The affect of changes that happen so rapidly and effortlessly watched is the social perspective It has been happening since old times. There are times when the changes happened so quickly, that it befuddles the human being to bargain with it. Any change happening within the community continuously raises the chance of social life or social instability. The work of education in social transformation alter in arrange to move forward the capacity of learners that basic investigation plays a part to instill unused convictions and values on the way individuals think. Educaion within the cutting edge century has succeeded in making a unused era with the control of imagination and the capacity of basic considering, states of mind are not simple to donate in to the circumstance and supplanted with states of mind that are willing to alter. These ways of considering and states of mind will elude reliance on the assistance of others. In this way learners other than as understanding the changes in social life can moreover as operators alter themselves. In reality, educated villagers are still less involved in mobilizing the government and families. the community.
Downloads
References
George F. Kneller (ed.), Foundations of Education (New York: John Wiley and Sons.Inc, 1967), 63.
Henslin, James M. 2007. Sosiologi dengan Pendekatan Membumi, jilid 1, edisi 6.Jakarta: Penerbit Erlangga.
Horton, Paul B & Hunt,Chester L. 1992.Sociology (Sosiologi).Penerjemah:Aminudin Ram. Jakarta: Penerbit Erlangga Soekanto.
Miles, M.B & Huberman A.M. 1984, Analisis Data Kualitatif. Terjemahan oleh Tjetjep Rohendi Rohidi. 1992. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia.
Moleong . 1996. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung : Remaja Rosdakarya.
Moleong, Lexy J. (2010:95), Metodologi penelitian kualitatif, Bandung : Remaja Rosdakarya, .
M.I. Soelaiman. (1985). Suatu Upaya Pendekatan Fenomenologis Terhadap Situasi Kehidupan dan Pendidikan dalam Keluarga dan Sekolah. Disertasi Doktor pada FPS IKIP Bandung: tidak diterbitkan.
Sanapiah, Faisal (1980). Metodologi Penelitian Pendidikan, Usaha Nasional: Surabaya.
Siswoyo, Dwi. 2007. Ilmu Pendidikan. Yogyakarta : UNY Press
Soekanto, Soerjono. 2000. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Soerjono, Soekanto, 1981, Pengantar Penelitian Hukum, Cetakan ke-2, Universitas Indonesia Press, Jakarta
Soemardjan, Selo. 1982. Perubahan Sosial di Yogyakarta. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Sudjana, Nana. 2004. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Sugihartono. 2007 . Psikologi Pendidikan. Yogyakarta : UNY Press.
Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learing: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Suyanto. 2007. Tantangan Profesionalisme Guru di Era Global. Pidato Dies Natalis ke-43 Universitas Negeri Yogyakarta. 21 Mei.
Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
UU RI N0 2 Tahun 1989, Tentang sistem pendidikan nasional, (Semarang: aneka ilmu, pasal 31, 1989).
Wina, Sanjaya. (2008). Perencanaan dan desain sistem pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
William F. Ogburn dalam Moore (2002). A handbook of Sociology. London. hal. 86.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








