The Role of Local Communities in Planning and Management Walungan Cika-Cika Market as a Creative Tourism Destination

Authors

  • Qorina Zahra Institut Teknologi Bandung
  • Cika Putri Azahra Institut Teknologi Bandung

DOI:

https://doi.org/10.63309/dialektika.v23i3.863

Keywords:

Cika-Cika River Market, Community Based Tourism, Community Participation, SWOT Analysis (IFAS/EFAS)

Abstract

Cika-Cika River Market is a community-based creative tourism destination developed through the initiative of local residents along the Cikapundung River in Bandung City. This destination emphasizes active community participation in tourism planning and management to achieve social, economic, and environmental sustainability. This study aims to analyze the role and level of local community participation, identify supporting and constraining factors, and formulate strategies to strengthen the community’s role in developing Cika-Cika River Market. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, questionnaires, field observations, and literature review. Data analysis is conducted using SWOT analysis, supported by IFAS and EFAS matrices. The findings indicate that the local community plays a dominant role as the initiator and main manager of the destination, supported by strong social capital and a culture of mutual cooperation. However, challenges remain in terms of legal status, managerial capacity, and limited supporting facilities. Therefore, development strategies should focus on strengthening institutional capacity, improving MSME competencies, and enhancing community-based infrastructure to ensure the sustainability of the destination.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adipati, I. G., Pitana, I. G., & Bhaskara, G. I. (2022). Keunikan dan otentisitas Pasar Ekstrem Wilken sebagai daya tarik wisata di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. JUMPA, 8(2), 545–567.

Adnyana, G. E., dkk. (2025). Ketahanan pariwisata berbasis masyarakat: Tinjauan ketahanan sosial-ekologis. Jurnal Ilmiah Hospitality, 14(1).

Badan Pusat Statistik Kota Bandung. (2023). Jumlah wisatawan menurut jenis di Kota Bandung. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. https://bandungkota.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjUxzl=/jumlah-wisatawan-menurut-jenis.html

Candra, dkk. (2021). Pengantar metodologi penelitian. Medan: Yayasan Kita Menulis.

Cholis, L. N., Priatini, W., & Insani, H. M. (2022). Persepsi konsumen akan hygiene dan sanitasi terhadap keputusan pembelian makanan pada pedagang kaki lima: Studi kasus di kawasan wisata Alun-Alun Sumedang. Jurnal Gastronomi Indonesia, 10(2), 51–58.

Daud, et al. (2024). Analisis daya tarik wisata Air Terjun Ilohu’uwa Kecamatan Bone Kabupaten Bone Bolango. Jurnal Riset dan Pengabdian Interdisipliner, 1(1), 17–23.

David, F. R. (2011). Manajemen strategis: Konsep (Edisi ke-12). Jakarta: Salemba Empat.

Detik Jabar. (2024, 8 September). Spot wisata baru di Bandung, bisa kulineran pinggir sungai.

https://www.detik.com/jabar/wisata/d-7881215/spot-wisata-baru-di-bandung-bisa-kulineran-pinggir-sungai

Goodwin, H., & Santilli, R. (2009). Community-based tourism: A success? ICRT Occasional Paper No. 11. International Centre for Responsible Tourism, University of Greenwich.

Higham, J., & Lück, M. (2002). Urban ecotourism: A contradiction in terms? Journal of Ecotourism, 1(1), 36–51.

Jannah, dkk. (2024). Pentingnya analisis SWOT dalam perencanaan dan pengembangan bisnis. IJESPG Journal, 2(1), 9–17.

Jefriana, E., & Hendar, H. (2022). Pengaruh word of mouth dan promosi media sosial terhadap keputusan berkunjung di destinasi wisata. Jurnal Riset Manajemen, 3(1).

Juliana, J., Parani, R., Sitorus, N. I. B., Pramono, R., & Maleachi, S. (2021). Study of community-based tourism in West Java. International Journal of Sustainable Development and Planning, 16(2), 277–285. https://doi.org/10.18280/ijsdp.160207

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (2025, 13 Maret). Mendongkrak kinerja sektor pariwisata, pemerintah siapkan berbagai program lintas sektor.

https://ekon.go.id/publikasi/detail/6253/mendongkrak-kinerja-sektor-pariwisata-pemerintah-siapkan-berbagai-program-lintas-sektor

Komalasari, R., Pramesti, P., & Harto, B. (2020). Teknologi informasi e-tourism sebagai strategi digital marketing pariwisata. Jurnal ALTASIA, 2(2), 163–170.

Manyara, G., & Jones, E. (2007). Community-based tourism enterprises development in Kenya: An exploration of their potential as avenues of poverty reduction. Journal of Sustainable Tourism, 15(6), 628–644.

Maulida, D., Kesha, C. N., & Safrida. (2024). Community based tourism: Partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata halal di Kabupaten Aceh Barat. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM), 5(2), 110–125.

Mitchell, J., & Ashley, C. (2006). Tourism business and the local economy: Increasing impact through a linkages approach. Briefing Paper.

Murphy, P. E. (1985). Tourism: A community approach. New York–London: Methuen.

Ngazizah, I. (2023). Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan desa wisata dengan konsep CBT (Community Based Tourism) untuk meningkatkan pendapatan. Purwokerto: Repository UIN Saizu.

Noor, A. S., & Ak, M. (2025). Manajemen keuangan untuk UMKM. Jakarta: Penerbit KBM Indonesia.

Noorcahyo, D., & Ali, H. (2025). Analisis SWOT IFAS, EFAS, dan SPACE matriks dalam memperkuat keunggulan produk sepatu lokal di era digital pada Toko XYZ. JPKN, 1(3), 31–40.

Nugraha, I. G. P. (2021). Peran modal sosial dalam pengembangan Desa Wisata Serangan Denpasar Bali. Media Wisata, 19(2), 179–185.

Pemerintah Indonesia. (2019). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan.

Pemerintah Kota Bandung. (2024, Mei). Hidden gem terasri di sisi walungan Cikapundung.

https://bandung.go.id/citizen/detail/4372/hidden-gem-terasri-di-sisi-walungan-cikapundung-1745409065

Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Lembaran Negara RI Tahun 2014 Nomor 295, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5604.

Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal. Lembaran Negara RI Tahun 2021 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 6645.

Potensi Network. (2024, January 11). Wisata Kabupaten Bandung: Antara kondisi Pemkab, numpang usaha wisata berbasis destinasi di wilayah sendiri, minimnya kepemilikan aset, dan upaya mendorong peningkatan usaha wisata sektor ekonomi kreatif.

https://potensinetwork.com/2024/01/11/wisata-kabupaten-bandung-antara-kondisi-pemkab-numpang-usaha-wisata-berbasis-destinasi-di-wilayah-sendiri-minimnya-kepemilikan-aset-dan-upaya-mendorong-peningkatan-usaha-wisata-sektor-ekonomi-kreatif/

Pratiwi, A., & Sumarmi, S. (2021). Peran aktif masyarakat lokal dalam pengembangan ekowisata berbasis komunitas (Studi kasus: Desa Ekowisata Widosari). Majalah Ilmiah Globe, 23(1), 10–23.

Rahmawati, I., & Nurcahyo, A. F. (2021). Peran pemerintah daerah dalam pengembangan community based tourism (CBT) di Desa Ponggok Klaten. Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(2).

Rangkuti, F. (2019). Analisis SWOT: Teknik membedah kasus bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ratnaningtyas, H., Amrullah, & Osman, I. E. (2023). Dampak pengelolaan keuangan pada kinerja pelaku wirausaha di destinasi wisata Danau Cipondoh. Jurnal Kepariwisataan, 22(1), 47–60.

Republika. (2024, 25 April). Pasar Sisi Walungan Cika-Cika jadi destinasi wisata baru di Bandung.

https://visual.republika.co.id/berita/sv4j6w375/pasar-sisi-walungan-cika-cika-jadi-destinasi-wisata-baru-di-bandung

Ridho, S. L. Z., Paisal, Mellita, D., & Roseno, M. T. (2021). The community participation in tourism sustainability and tourist satisfaction: A study of post-visit behaviour to cultural destinations in Palembang City. International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events, 5(1), 53–63.

Samitho, et al. (2020). Manajemen publik sektor pariwisata. Malang: Penerbit IRDH.

Singgalen, Y. A., & Prasadja, H. (2025). Pariwisata berbasis komunitas. Bandung: Penerbit Widina.

Sukmana, E., Brahmantyo, H., & Hira, T. (2019). Analisis potensi wisata berbasis budaya dengan pendekatan community based tourism (CBT) di Desa Budaya Lung Anai, Kutai Kartanegara. EDUTOURISM Journal of Tourism Research, 1(2), 1–11.

Sumardani, R., & Wiramatika, I. G. (2024). Partisipasi komunitas lokal dalam pengembangan Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah. Journal of Tourism and Interdisciplinary Studies, 4(2), 150–166.

Timothy, D. J. (1999). Participatory planning: A view of tourism in Indonesia. Annals of Tourism Research, 26(2), 371–391. https://doi.org/10.1016/S0160-7383(98)00104-2

Tisa, M. (2019). Media sosial sebagai sarana promosi dan komunikasi objek wisata. Jurnal Tadbir, 1(2), 345–361.

Tosun, C. (2006). Expected nature of community participation in tourism development. Tourism Management, 27(3), 493–504.

UNESCO. (2015). Bandung – UNESCO Creative Cities Network. https://www.unesco.org/en/creative-cities/bandung

Wahyuningsih, S., & Sumarmi, S. (2024). Model partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata berbasis konservasi (Studi kasus: Desa Wisata Pulesari, Yogyakarta). Jurnal Ilmu Geografi, 8(1).

Winata, I. P. J., & Idajati, H. (2020). Karakteristik desa berdasarkan kriteria community based tourism di Desa Wisata Kamasan, Kabupaten Klungkung. Jurnal Teknik ITS, 8(2), C194–C199.

Wirawan, M. C., & Putra, I. K. G. D. (2020). Partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan Desa Wisata Carangsari. Jurnal Manajemen Bisnis, 10(2).

Downloads

Published

31-12-2025

How to Cite

Qorina Zahra, & Cika Putri Azahra. (2025). The Role of Local Communities in Planning and Management Walungan Cika-Cika Market as a Creative Tourism Destination. Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial, 23(3), 966–981. https://doi.org/10.63309/dialektika.v23i3.863